Saranghaeyo

Namaku Jessica, aku merupakan anak dari keluarga yang berkecukupan, tetapi aku tidak pernah menyusahkan kedua orang tuaku. aku mencoba mandiri dengan mencari kerja dan menambah pengalaman.. Mereka selalu mendukungku, begitu juga dengan hubunganku dengan Kyuhyun..

"Jes? apa kamu mendengarku?" Tanya Kyu lembut

"ah? Ne oppa"

"Hey, kamu terlihat pucat. sebaiknya kau istirahat dulu.. biarkan pekerjaan ini aku yang kerjakan"

"Anio, aku bisa kok.."

"Kenapa kamu bekerja Jes? Orang tua mu kan kaya"

"Oppa, aku mau mandiri.. Sudah jangan ungkit itu lagi. Bagaimana dengan gitar yang kau inginkan itu?" Tanyaku mengalihkan pembicaraan

"Ah~ Terlalu mahal.. sebaiknya aku melupakannya.." jawab Kyu seraya menghela nafas

"Anio oppa, jangan menyerah, aku akan membantumu.."

"Andwae! tidak perlu Jes.. aku tidak mau merepotkanmu.."

Tetapi tanpa sepengetahuan Kyu, aku mengumpulkan gaji paruh waktuku untuk membeli gitar yang harganya memang sangat tinggi..

Beberapa bulan berlalu, tubuhku terasa semakin lemah.. aku sering pucat bila sedang bekerja. Bahkan aku sempat pingsan saat memforsir tenagaku..

Penasaran dengan tubuhku, akupun memeriksakannya kepada Leeteuk, sepupuku..

"Leeteuk-ah.. apa yang terjadi dengan tubuhku? kepalaku?" tanyaku bertubi-tubi

"Apa keluhan yang kau rasakan?"

"Hmm.. akhir2 ini aku sering pucat, sakit kepala tak tertahankan, hingga kadang aku pingsan" Jawabku menjelaskan semua

"baiklah mari kita rontgen otakmu"

Jantungku berdegup kencang menunggu hasil rontgen keluar..


"bagaimana?" Tanyaku penasaran

Raut muka Leeteuk tiba-tiba berubah drastis.. Dia terlihat lesu.

"Leeteuk-ah.. apa yang terjadi denganku?" Tanyaku cemas

"Kau yakin ingin mengetahuinya?"

"Hey, buat apa aku datang kepadamu kalau aku tidak ingin mengetahuinya.."

"Kau... kau mempunyai kanker di otakmu.." Jawab Leeteuk lemas

gezzz... seluruh dunia serasa runtuh, serasa seluruh dunia menimpa pundakku. sakit.. sakit sekali.. Tetapi aku mencoba tegar dan bertanya kepada Leeteuk..

"be..berapa lama aku akan hidup?" Tanyaku terbata

"Jes, aku tidak bisa mengukur seberapa lama kau akan bertahan.. Kanker di otakmu sudah menjalar.. Kau harus dirawat Jes.."

"Andwae! aku tidak mau dirawat dan menyusahkan semuanya.. kumohon, jangan beritahu siapa-siapa.." Pintaku lirih..

"Ne, Jes.. jika kau merasakan sakit, langsung hubungi aku.."

"Ne Teukkie.. Aku pulang dulu.. Anneyonghi.."

Tubuhku terasa lemas, tak berdaya.. kepalaku terasa berat.. Aku tak sanggup membendung air mataku hingga akhirnyanya tangisku pecah..

Ditengah perjalanan, aku bertemu Gea dan Yesung yang sedang berjalan berdua..

Segera kuhapus air mataku dan bersikap seolah tidak ada apa-apa..

"Anneyong Jes.. Matamu sembab.. kau habis menangis?" Tanya Gea

"Anneyong Gea.. Anio.. aku tidak apa-apa, tadi kemasukan debu" Jawabku sambil mengucek mataku..

"Kau yakin Jes?" Tanya Yesung padaku

"Ne, Hyung.. kalian mau kemana?" Tanyaku mengalihkan pembicaraan

"Ah, oppa mau mengantarku pulang.. Oh, kau juga mau pulang kan? bareng aku aja Jes.." Tawar Gea

"Ah~ Ne, bye Hyung.." Pamitku pada pacar sahabatku ini

"bye oppa, I'll call you then.." Pamit Gea

"Bye, Gea.. Bye Jes.. Ne, I'll wait your call."

Gea adalah sahabatku, dia tinggal di depan rumahku..

"Ge.." Sapaku membuka pembicaraan

"Ya Jes?"

"Apa yag kau lakukan jika hidupmu tidak akan lama lagi?"

"Mwo? kau ngomong apa sih Jes?" Tanya Gea yang sepertinya terkejut

"Jawab saja Ge.. Kumohon.."

"Ah kau aneh Jes.. hmm aku akan membahagiakan keluargaku, Yesung oppa, kau dan menghabiskan sisa hidupku dengan mereka.."

"Ah~ Ne.. Ge, kita sudah sampai.. masuk deluan yaa.. Anneyonghi Gea.." Pamitku seraya membuka pagar

"Ne, byee Jes.."

Ah~ Gea benar, aku ingin membahagiakan mereka semua..

*****

Pertama aku harus membahagiakan orang tuaku..

aku belajar keras akhir-akhir ini agar nilai ku bagus.

Kyuhyun sering membantuku belajar.

Akhirnya pebagian nilai pun tiba, aku mendapat nilai sempurna sama seperti Kyuhyun..

Kedua orang tua ku bangga kepadaku.. Ok, aku telah berhasil membahagiakan mereka..

kemudian aku harus membahagiakan Gea sahabatku..

Aku mengajaknya dan Yesung hyung untuk double date dan bersenang-senang..

Hari ini kami pergi ke sebuah pusat hiburan dan bersenang-senang..

Aku sangat bahagia melihat wajah sahabatku, Yesung Hyung dan Kyu bahagia..

Kebahagiaan hari ini berhasil menghapus kesedihanku selama beberapa saat..

tetapi penyakit ini semakin parah dan menggangguku..

"Ah~ Kepalaku..." Ucapku lirih

"Mwo? kamu kenapa Jes?" Tanya Kyu cemas

"Ah.. Andwae.. pusing biasa aja oppa" Jawabku

"Kau yakin Jes? Mukamu pucat.." Tanya Gea

"Ne, sebaiknya aku istirahat.. kalian teruskan saja bersenang-senang.."

"Ah aku mau bersamamu Jes" Jawab Gea

"Anio.. Kau pergilah bersama Yesung hyung.. Hyung, bawalah dia.. aku tidak apa-apa"

"Ne, kalian bersenang-senang dulu, aku dan Jessica akan istirahat di restoran itu.. Kami menunggu kalian disana" Terang Kyu lembut

"Ne.." Jawab Gea dan Yesung bersamaan..

Kyu memapahku ke Resto itu dan memesankan segelas Teh hangat..

"Ada apa denganmu Jes? kamu yakin tidak apa-apa?" Tanya Kyu

"Ne oppa, aku baik-baik saja.."

setelah sekian lama, akhirnya Gea dan Yesung datang.. kamipun pulang bersama..

beberapa bulan berlalu, penyakitku semakin memburuk.. Obat yang diberikan Leeteuk hanya bisa menghilangkan rasa sakitku sebentar saja..

Siang itu aku kembali ke tempat Leeteuk praktik untuk meminta obat..

tanpa sepengetahuanku, Gea bertandang kerumahku untuk mengantarkan buku yang kupesan.. Mama menyuruhnya masuk ke kamarku dan menungguku disana..

**Gea**

Sebaiknya aku taruh dimana buku ini? Ah.. Jessica mana sih?

Ah sebaiknya aku taruh di laci..

GREK.. laci itu kubuka.. selembar kertas yang telah remuk terletak didalamnya..

apa ini? pikirku.. Mianhae Jes, aku penasaran..

kertas itupun kubuka dan......... Deg! jantungku serasa berhenti..

sahabatku terkena kanker otak? ini yang menyebabkannya sering pucat dan hampir pingsan?

aku tak sanggup menahan air mata..

kenapa dia tidak cerita?

*GREK* bunyi pintu kamar Jessica terbuka..

terlihat Jessica dengan plastik dari RS masuk..

**Jessica**

"Kau sudah tau Ge.." Kataku lirih

"Bagaimana kau bisa menyembunyikan ini Jes? kenapa?" Tanya Gea sambil menangis

"Sudahlah Ge, aku tidak ingin kalian kasihan denganku.. aku hanya ingin menghabiskan waktuku denganmu, dengan Kyu, Yesung hyung.. Kalian semua Ge.."

"Tapi ini penyakit mematikan Jes.. Ayo kita periksa!" Ajak Gea seraya menarik tanganku

"Percuma! sudah terlambat!!"

"Tapi Jes.."

"Kumohon, rahasiakan ini.."

"Baiklah Jes.. Ceritakan semua kepadaku.." Jawab Gea sambil menahan tangisnya..

*****

Penyakitku semakin parah! Gea dan Leeteuk sangat mambantuku.. Tetapi aku sadar, waktuku tidak akan lama lagi.. Aku membongkar tabungan dan membelikan gitar yang sangat diinginkan Kyu dengan uangku sendiri..

"Anneyong~" Jawab Kyu di ujung telefon

"Anneyong oppa.. oppa, aku ingin bertemu denganmu.. Bisakah kita bertemu?"

"Ah? Ne, ditempat biasa ya Jes.."

"Ne.. aku kesana sekarang.."

Aku berdandan sangat cantik hari ini.. aku membawa gitar itu dan langsung melesat ke tempat yang dimaksud..

Namun ternyata Gea mengikutiku dari belakang.

Aku sengaja datang lebih cepat agar bisa memesan tempat dan membuat kejutan kepada Kyu..

Namun, sakit kepala ku kembali datang.. Sakit sekali! sampai aku tidak dapat menahannya.

Semua terasa berputar.. Aku sempat melihat Gea berlari kearahku dan memanggil namaku..

Setelah itu semua terlihat hitam..

*****

Aku membuka mataku dan sadar aku berada di tempat asing.

Kulihat disampingku Kyu sedang memegang tanganku dan tertidur.. Gea dan Yesung sedang tertidur di sofa..

Aku menggoyang tanganku dan membangunkan Kyu..

"Jessica! kau sadar!" Seru Kyu kepadaku sambil menggenggam tanganku

"Dimana ini oppa?"

"Kau dirumah sakit Jes.." Jawab Kyu

"Kenapa kau tidak memberitahukan ini kepadaku?" Tanya Kyu sedih

"Kau telah mengetahuinya oppa?" Tanyaku

"Ya, Gea memberitahukanku saat kami mengantarmu kesini setelah kau pingsan di Restoran 2 hari lalu.."

"Mwo? aku sudah pingsan selama 2 hari?"

"Ne.."

mendengar ku terkejut, Gea dan Yesung terbangun

"Jessica!!" Teriak Gea

"Hey Gea.." Sapaku sambil tersenyum

"Maaf.. aku tidak bisa membiarkan Kyu penasaran dengan penyakitmu.."

"Ne.. aku mengerti.. sudah saatnya kalian semua tau.." jawabku

"Orangtuamu sangat terkejut mendengaarnya.. Tapi leeteuk telah menjelaskan semua.." Kata Yesung

"Teukkie memang bisa diandalkan haha!" jawabku sambil tertawa kecil

"Ini Jes, aku yakin kau ingin memberikan ini kepada Kyu di restoran kemarin.. Oppa sebaiknya kita keluar.." Ajak Gea kepada Yesung

"ah~ Gea.. Dia memang sahabat terbaikku.."

"apa itu?" Tanya Kyu

"Ini untukmu oppa."

"waw! gitar yang kuincar! Gomawo Jes.. kenapa kau membelinya?" Tanya Kyu

"Sudahlah.. aku ingin membahagiakanmu sebelum aku meninggal.."

"Jes, kamu tidak boleh berkata seperti itu.." Jawab Kyu. Air mata mulai menumpuk di matanya.

"Bisakah kau menyanyikan lagu untukku?" pintaku..

"Ne.." jawab Kyu..

'Saranghaeyo ihanmadi~ Cham joheun mal~' terdengar suara Kyu yang menyanyikan lagu kesukaanku sambil menangis.. Air mata mulai membasahi pipiku dan aku pun mulai merasakan tenang.

Sampai disini hidupku.. Tapi aku senang karena aku telah membahagiakan orang-orang yang kusayang sebelum aku pergi..

*****

**Kyuhyun**

Kenapa kau begitu cepat pergi Jes? kenapa? Aku belum sempat membahagiakanmu..

Kau akan selalu berada dihatiku Jes.. Selalu..

Air mata mulai membasahi pipiku..

Sekarang Jessica sudah tidak ada disisiku, tetapi aku dapat merasakanmu dihatiku..

“Kyu, ayo kita pulang.. Jessica bakalan sedih kalau melihatmu sedih..” Ajak Gea

“Ne, ayo Kyu..” Ajak Yesung

“Ne..” Jawabku sambil meninggalkan makam Jessica..

Sampai sekarang, jika aku rindu dengannya, aku selalu manyanyikan lagu kesukaan Jessica dengan gitar pemberiannya..

THE END


uhuhuhu Mian chingu :( ga bagus ya?

hehe ini cerita dari SAHABAT KU JESSICA :*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fact About SHINee part 1

[FANACC] Jonghyun Birthday Party

Tribute to Jonghyun