Poliandri Family - Sungy's Story

Cast :

Haerin

Sungrin

Sungyoung (sungy)

Hahyo

Rikyon

Kim Heechul

Alexander

Hwang Chansung

Key

Im Siwan

Son dongwoon

Lee Jonghyun

Xiah Junsu

Park Bom

Min

Lee Jinki

Lee Taemin
Kwanghee
Eunhyuk
Dongho
Henry
Yesung
Leeteuk
Cheondong (Thunder)
Hyunseung

Length : Series (chaptered)

Rating : G

Genre : Humor, Romance


@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Wanna beat me huh?!

*****

“ONNIIIEEEEEE!!” Teriak Sungy dari depan pintu rumah Haerin

“SUUNNGGGYY!!! Ayam goreng ku sampai kabur semua tau ga sih? Apaan sih?” Tanya Haerin shock *nowplaying: SHOCK – Beast* *Dongwoon muncul dari sela-sela meja makan*

“Aku sebeeeeeeeeelll banget! Masa kan……”

“Ada yang nyaingin kamu?”

“Bener terus….”

“Nilai dia lebih tinggi?”

“Iya iya itu! Terus dia itu…”

“Sombong banget? Dingin banget? Sok oke?”

“-___- udahan deh! Onnie jahaaatt!!” Protes Sungy sambil melempar bantal kearah Haerin

“Lagian sih kamu lagi bête aja cerita ke onnie. Giliran senang ceritanya ke Leeteuk -_-“

“Kan kasian Teuk oppa hidupnya udah suram ditambahin cerita ku makin suram onnie……”

Suasana hening sejenak sampai seonggok(?) makhluk cantik, rambut panjang, ketawa cekikikan, keluar dari ruang antah berantah(?) tidak lain adalah Heechul!

“HAHAHAHAHAHA hok hok hok” Tawa Heechul di akhiri batuk luar biasa.

Tanpa komando Sungy dan Haerin saling berpandangan dan berkata “Faktor usia… ckckck”

-____-

“Oke oke ceritakan semuanya ke eike~ lupakan oppa cantik mu itu” Kata Haerin sambil memblakangi Heechul yang sedang batuk keras *poor Heechul -__-*

“Jadi gini cyiiinn~…….. (ini udah kaya banci salon deh -__-)

FLASH BACK (Sungy POV)
Namaku Park Sung Young. Adik dari Super Junior Park Jungsoo dan Kim
Heechul. Heran marga saya dan Heechul beda? Saya juga heran. Itu masih
menjadi misteri terbesar dalam hidup saya(?). Saya bersekolah di SMA
Swasta Sukwan.

3 tahun berturut turut mendapat gelar siswi teladan.
Tinggi 164, IQ 164 (ah susko? *keluar logat Medan* -__-).

Bermula dari suatu pagi yang cerah. Dimana bunga-bunga kecil bernyanyi riang, matahari tersenyum hangat sambil tertawa ala bayi bule (ini Telletubies atau apa deh? -_-).

Hari ini sebenarnya berjalan biasa saja, sampai datanglah seorang murid pindahan dari Canada bernama Henry. Awalnya sih biasa, tapi Henry berhasil merusak ‘nice think’ku menjadi ‘Bad think’ karena sebuah masalah sepele.

Saat itu adalah pelajaran Sir Changmin (Guru Fisika ini mengatakan bahwa dirinya terlalu muda dan keren untuk dipanggil sebagai seonsaengnim -__-“, jadilah dengan gaya kemayunya, dia menyuruh kita memanggil dengan embel-embel Sir). Beliau suka mengadakan ujian mendadak. Seperti hari ini, Sir Changmin mendadak mengumumkan ujian dadakan yang menyebabkan beberapa temanku mendadak terkena asma masal dan kentut karena syok bebarengan.

Sekilas aku melirik anak baru itu, ia terlihat tenang-tenang saja saat yang lain sedang sibuk beradu argumen dengan guru sok muda itu. Entah kenapa, aku merasa tak suka dengan sikapnya ! Ia..seakan-akan…

ASTAGA! dia melihatku ! OK..biasa saja sungy. Dia hanya menggertakmu. Bukan…bukan…lebih tepatnya, dia seakan menantangmu ! Jadi dia pikir aku sama dengan yang lain? Yang tak siap dengan ujian seperti ini? Well..ok. akan kubuktikan!’ Pikiranku sepertinya mulai meracau. Lalu melintaslah ide ‘daebak’ itu !

Dengan baik hati (baik atau takut ujian Sungy? -_-) aku mengangkat tanganku, dan memanggil guru yang sekarang malah sedang sibuk melayani beberapa tanda tangan dari murid-murid yang mengagumi ketampanannya (ok…skip it!) “Sir! Ada anak baru nih! Kasian dong dia ga tau gimana soal-soal dewa Sir Changmin yang terkenal itu.” Sindir ku sambil melirik ke arah anak-Canada- baru itu!

Tepat setelah aku mengatakan hal itu, Henry menjawab tanpa melihat mukaku, “Gak usah sok baik deh! I don’t need that! I can solve those question well, I bet!”

Aku melongo. Gila nih cowok! Muka kaya bakpao aja sok ngomong bahasa Inggris! *author di gebuk*

*****
“Terus terus say?” Tanya Haerin ga sabar.
“Ohoek ohoek haus haus~” Jawab Sungy minta minum -_-
“Yaelaaaaahh~ tunggu yaa..” Haerin meninggakanl Sungy sendiri diruang
tamu dan menyeret Heechul masuk ke dalam.

Sepeninggal kedua kakaknya, tiba tiba seonggok manusia berukuran mini datang tergopoh gopoh, ia datang begitu saja…kedatangannya tak di jemput pulang pun tak diantar (lu kata jelangkung? -_-)

“yuhuuuuu~ any body home?” teriak manusia aneh itu.

“Yesung Oppaaaaaaaaa!!” Teriak Sungy bahagia melihat teman aneh(?)nya datang.

“Sungyyyyyyyyyyyyy!!” teriak Yesung sambil lari slowmotion ala Onew di
Idol Chuseok Day. *Onew batuk2*

Terjadilah pertemuan yang sangat didramatisir diantara mereka. Yesung menyempatkan datang ke rumah Haerin siang ini, hanya untuk menemui Sungy. Jantungnya sudah hampir copot tidak sanggup menahan debaran jiwa didada, seakan suara debarannya mengoyak kalbu, iman dan takwa (-____-) karena terlalu rindu dengan pujaan hatinya ini.

“Aku rindu banget deh sama kamu Sungy.. Sushow memisahkan jarak diantara kita..” Kata Yesung sok romantis. “Ne oppa.. Sungy juga rindu oppa kok..” jawab Sungy yang berhasil buat Yesung megap megap kaya Ddangkoma yang di ceburin ke air -_-

“tapi muka kamu kenapa masam Sungy? Oppa tidak sanggup melihatnya!
*cihuuuuyyy!!*” Tanya Yesung setelah melepas pelukannya dan melihat wajah Sungy dengan seksama, dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya..*plak!*

“ah? Aniyo oppa…. jadi kan gini..” *Aniyo tapi tetep cerita ya -__-*

“JAMKANMAAAAAAAANNN!!!” Teriak biangnya gossip Haerin di ikutin suami
tua(?) nya, Heechul yang diseret-seret bak karung beras dibelakangnya. “Onnie gamau ketinggalan say! Ok, lanjut!” pinta Haerin setelah meletakkan minum di atas meja dan menyadari satu hal, “Yesung? Kapan nongol? Ga perlu minum kan? Oke Sungy, lanjut say!”

Yesung hanya bisa manyun manyun. Lalu Sungy pun melanjutkan ceritanya.
*****
FLASHBACK AGAIN (author POV)
Ternyata si muka bakpao benar-benar bisa mengerjakan semua soal dari sir Changmin dengan sangat baik. Sungy sedikit terkesima dan sedikiiiiitttttt respect terhadap cowok cakep berpipi tembem itu. Tetapi rasa kesalnya karena disaingi masih melebihi rasa kagum sesaatnya pada Henry.

Seiring berjalannya waktu, mereka berdua terlihat saling berlomba di beberapa mata pelajaran. Sampai pada suatu hari, mereka masuk di kelas seni. Sungy yang notabene seorang anak emas dalam kelas ini karena kemampuannya bermain angklung(?) kembali menyiapkan mental, batin, dan fisiknya untuk berkompetisi dengan Henry. Ia tidak takut disaingi kembali oleh Henry dibidang ini. Gadis kecil itu sangat optimis dia akan mengalahkan namja-pipi-bakpao itu !!

Sungy sudah nyengir-nyengir meremehkan Henry, saat madam Boa, guru seni mereka, memanggil Henry untuk show off kemampuannya di depan kelas. Tapi kemudian…………………….

“Gi……laaa……… Keren banget!!” Kata Sungy keceplosan lalu
segera menutup mulutnya. Kali ini dia sangat terkesima dengan Henry yang dengan lihai memainkan beberapa lagu dengan biolanya. Tak hanya itu, beberapa gerakan dance yang harmonis dilakukan namja tampan itu sukses selaras dengan alunan nada biolanya, makin membuat Sungy terperangah, alias melongo..sampai sampai, air liur pun mengalir deras di bibir Sungy*(lah ini liat orang main biola atau liat Siwon nunjukin abs? /plak*

“wow! Hebat Henry! Selanjutnya, uri Sungy!!!” Teriak madam BoA.

Sungy maju dengan optimis dan mengindahkan keterkejutannya karena penampilan Henry tadi. Dengan sedikit getaran harmonis, Sungy mulai memainkan sekumpulan angklung di hadapannya. Benar saja, seluruh kelas terkesima, tak terkecuali Henry. Namun muka dingin namja blasteran itu terlihat mati-matian menutupi semua rasa kagum itu.

Well…sepertinya..diam-diam mereka mulai menyukai satu sama lain nih, walaupun kelihatannya persaingan diantara dua murid teladan ini belum berakhir.
*****

“AJEGILE ADEK GUE ASOOOOYY!!” teriak Heechul tiba-tiba
“HEEEH!!! Tuh mulut udah kaya Kwanghee ya! Toa banget!!” protes Haerin
sambil mengusap kupingnya yang panas kena napas naga(?) Heechul.

Sementara sepasang sejoli ini adu mulut, Yesung hanya bisa manyun.

“Oppa…….. kenapa?” Tanya Sungy. Takut oppa Suju kesayangannya terpaksa harus operasi mulut karena terlalu maju.

“Sungy…. Sungy suka si pipi bakpao?”

“SUKA??? Noway oppa !!! noway !!! hahahaa…oppa ni ngaco aja deh ah” Sungy tertawa aneh sambil cepat-cepat meminum air minumnya. Tapi yesung tak percaya dengan ucapan gadis kecil itu yang dengan cepat menyangkal pendapatnya.

“Nggak papa kok..kalo Sungy suka…tapi….HUWEEEEEEEEEEE!!! NTAR AKU GIMANA DONG?!!” Mendadak Yesung ikut berteriak seperti Heechul. Tapi karena cowok pendek satu ini adalah main vocal, jadi pengambilan oktaf teriakannya melebihi Heechul, alias, LEBIH MEMEKAKKAN TELINGA!!!

Sungy aja sampai harus menutup mulutnya cepat-cepat sebelum air minum yang hampir ia telan, keluar lagi dari mulutnya..(YAIKS!!)“setdah.. -____- apa semua member suju toa gini? Ngga dong oppa, oppa itu tetep oppa kesayanganku kok. Didalam hatiku, oppa itu punya tempat tersendiri. Desene neh~” jawab Sungy sambil menunjuk hatinya. “LAGIAN SIAPAAAA COBA YANG SUKA AMA SI BAKPAO !! HUH !!” Sungry kembali membantah, tapi tanpa ia sadari, pipinya mulai merona merah.

Sedangkan Yesung, yang udah keburu dipuja puji oleh dambaan hatinya itu, mulai tak menggubris perubahan di wajah Sungy, Ia pun mulai heboh lagi “Omo omo omo! Aigoo aigoo. AKU TERHARUUUUUU!” teriaknya lebay, lalu merekapun berpelukan. Sangat kontras dengan Haerin dan Heechul yang tetap adu mulut.

Setelah puas menceritakan semuanya, Sungy pun pulang kerumah Leeteuk diantar oleh Yesung. “Gamsahamida oppaaaaa”
“hmm…. Sungy, uri………… ppopponaka?”
“eh? MUAHAHAHAHA!! Harusnya tuh ya, oppa ngomong itu di depan Teddy
Bear. Dongho banget deh hahahaha”
“-_____-“
“dadaaaaa oppa~” teriak Sungy lalu ngacir masuk ke rumah.

*****

“SUNGY-AH!!!!! IRONAAAA PPALI!!!” Teriak Leeteuk memecahkan keheningan pagi, keindahan alam mimpi dan kelancaran air liur Sungy yang mulai membentuk pulau pulau kecil diatas bantalnya (YIKES!!)

“eung~ apasih oppa aah… masih ngan…” belum sempat Sungy melanjutkan kata-katanya, Leeteuk sudah berdiri didepannya dan dengan nafas yang sedikit tersengal karena berlari dari lantai bawah langsung berteriak, “15MENIT LAGI BELL SUNGY!!!!! IRONA PPALI-YAAAA!!!!”

“MWOOOOO?!!” (oke ini teriakan Mwo, bukan suara sapi ok? -_-) teriak Sungy heboh lalu menabrak Leeteuk saat berlari menuju kamar mandi. “Sungy-ah…..” Leeteuk tak sanggup bicara dan pingsan -_-

Sungy mandi bahkan mengalahkan kecepatan mandi Shindong 15detik. Oke ini gila. Sungy langsung menyiapkan semua perlengkapannya dan membangunkan Leeteuk yang masih terkapar di depan pintu kamar Sungy. Mereka berangkat kesekolah dengan kecepatan super cepat. Bahkan tidak ada teori yang dapat menghitung kecepatan laju mobil mereka saat itu (semakin lebay -_-). Sungy langsung melompat dari mobil saat sampai disekolah.

“SUNGY-AH!! NANTI PULANG KE RUMAH HEECHUL DULU YAA!! OPPA ADA KERJAAN!! MINTA MAKAN SAMA HAERIN YA!! BYE BYE~” teriak Leeteuk dari dalam mobil lalu beranjak pergi.

“ARASSEO OPPA!!! HATI HATI YAAA” Teriak Sungy sambil berlari dan menghadap ke belakang sampai tiba-tiba BRUK!!!!

“Aish! Sakiiiitt…” Ringis Sungy kesakitan. Dia tau bahwa dia salah. Sungy hendak meminta maaf tapi ketika melihat seonggok makhluk putih, sipit, penuh gumpalan koyor dipipi, Sungy mengurungkan niatnya.

“Im sorry.. aku terlambat jadi harus berlari untuk mengejar kelas pertama” Kata Henry sambil sedikit membungkuk.

“ehehehe dia minta maaf duluan.. miracle banget ini! Live couldnt get better~” seru Sungy dalam hati.

“oh aniyo.. aku juga terlambat kok. Oke aku masuk dulu deh ya. Sampai ketemu di kelas.” Jawab Sungy sambil mencoba berdiri dan kembali terjatuh karena ternyata kakinya terluka dan berdarah. Henry langsung ke kelas tanpa memperdulikan Sungy yang masih gegulingan(?) di koridor sekolah.

“AAAAIIISSSHH!!!! GA RESPECT BANGET SIH AH SEBEEEEEEEEEEEELLL!!!” teriak Sungy dalam hati sambil menggoyang-goyangkan kaki dan tangannya bak anak kecil yang gagal dapat mainan.

“Aish gimana deh mau jalan ini? Ngesot aja kali ya? Ntar ada berita baru di koran ‘Adik kandung Leeteuk dan Heechul Super Junior harus ngesot masuk ke kelas. Sungguh tragis!’ AISH ANDWAE!! Hrrrr!! Bakpao awas kau!!”seru Sungy dalam hati. Dia kembali mencoba berdiri dan mencoba berjalan walaupun terseok seok. Kalau kata iklan sih ya, “semua mata tertuju padanya” sedaaaaaaap~ bukan dengan tatapan terpesona, tapi dengan tatapan miris sambil menaikkan alis mata dan memerengkan bibir mereka 90derajat. Oke gausah dibayangkan, author juga bingung nih memperagainnya pake mulut sendiri -_-

*****

“HYUUUUUNNGGGG!!! Sungy apa kabar hyung? Wink wink~” Teriak Yesung ketika Leeteuk memasuki kantor pusat SM.

“Hidih apatuh mata kelilipan? Sungy udah disekolah kok. Santai~” jawab Leeteuk sambil menggunakan nada ‘santai’ nya Roma Irama ;)

“Waaah ga sabar pengen ketemu.. Ddangkoma~ kita akan ketemu mama kamu nak siang nanti! ……………. lah kok diem aja sih Ddang? Ga senang? Lompat dong! LOMPAT!” Paksa Yesung kepada Ddangkoma yang hanya bisa kedap kedip tapi dalam hati bergumam “majikan gue kenape dah? Hebring bener deh.. malu gue sebagai kura-kura(?)”

“HEEEEHH!!! Ga sudi ya hyung punya keponakan kura-kura gitu. Sarap lo Sung! Ckckck -__- udah, ayo cepetan latihan dance. Kamu pandenyanya dance gurita mulu dah. CEPETAAAAAAAAAAAAANNN!!”

“WOAAAA!!!! IYA IYA!!”

*****

Sekarang adalah jam istirahat. Seluruh murid keluar kelas, hanya Sungy yang tidak karena masih menahan rasa sakit di kakinya. Tiba-tiba dua makhluk kembar datang…………… awal semua bencana.

“Aunty~~ Kami dataaaaaaaaaaannnggg!!!!” Seru Hyo dan Dongho serentak di depan pintu.

“Eh? Ehehehhe……” Ketawa Sungy sedikit maksa karena masih nahan sakit. “eh tunggu…. tadi bilang apa? Aunty? JANGAN PANGGIL AKU AUNTY!!!”

“WHOA!! Iya aun, eh iya Sungy hehe.. Kaki kamu kenapa? Kereeeeeenn!! Merah merah gitu! Itu apa sih? Nyuuuutt” Tanya Dongho sambil iseng mencet luka di kaki Sungy

“AAAAAAAAAAAAAAAAHHHHH!!!! SAKIIIIIIIIIIIIIITTTTT!!!! DONGHOOOOO!!!!! AAAAAAAAAAAHHHHH DONGHO PIGGY!!!!!” Teriak Sungy kesakitan dan membuat orang yang lewat jadi masuk ke kelas mereka.

“Ah Dongho bodoh! Itu luka geblek!! Bodoh banget sih! Tuh tuh liat tuh itu lukaaa!! Nih yaa” Tanpa rasa berdosa, Hyo juga ikutan mencet luka Sungy.

“HYOOOOOO!!!! SAKIT TAU HYO AH!!!! KEMBAR AUTIS AAAAAAAAAAAHHH!!!! SAKIIIIIIIIIIIITTTTTT!!!! AAAAAAAAAAAAAAAHHHH AAAAAAAAAHHH!!!” Teriak Sungy terus terusan dan membuat keadaan kelas gempar. Haerin sang pemecah masalah datang tergopoh gopoh setelah dilaporkan oleh salah seorang murid. PRAK!!!! Pintu dibanting kuat oleh Haerin.

“Kamu kamu kamu ikut keruangan saya…” kata Haerin lembut, namun…….. “CEPAT!!!!!!!” Teriaknya -_-

Hyo dan Dongho langsung berlari mengikuti Haerin. Sedangkan Sungy? “HYODONG!!!! BANTU AKU KEK!! GABISA JALAN NIH AAAAAAAAAAHHH!” Teriak Sungy yang sukses buat kaca-kaca di kelas pada retak.

*****

“HEH? BP lagi omma? Aish………… oke oke aku kesana.” Tut. Sambungan telefon terputus.

“gila ya, itu kembar dua biji buat ulah mulu. Sama tantenya sendiri lagi ckck…” gumam Eunhyuk dalam hati. Setelah mendapat kabar dari Haerin, Eunhyuk langsung pamit dari latihan dance bareng Super Junior. Indra ke-tujuh Yesung (soalnya indra ke-6 nya bisa ngomong sama kura2 -_-) langsung bekerja. Dia dapat merasakan Sungy terlibat dalam masalah ini.

“KUNYUK!! Mau kemana? Sungy kenapa?” tanya Yesung khawatir. “Ah? Tau aja deh hyung… Sungy di keroyok HyoDong bersaudara sampai kakinya luka kata Haerin omma.” Jawab Eunhyuk santai.

“MWOOO!!! ADEK KU ADEK KU BABAK BELUR?? ICOOOLLL!!! BERANGKAT KITA!!” Teriak Leeteuk sambil menyeret Heechul bak karung beras.

“HYUNG AKU IKUUUUUTTT!!” Teriak Yesung lalu lompat kedalam mobil.

Sementara itu………………

“Bukan kok omma bukan! Bukan kami yang buat kaki aunty berdarah” Tegas Hyo membela diri.

(breakingnews: walaupun mereka cuma keponakan haerin, tapi si kembar autis ini lebih demen manggil tantenya dengan sebutan omma..biar keliatan lebih tua, jawab mereka tiap ditanya orang… *di belakang, Haerin udah siap gebuk pake sapu lidi* xP)

“JANGAN PANGGIL AKU AUNTY!!!!” Teriak Sungy murka, tidak terima dirinya disebut tante oleh anak-anak cecunguks! (sebutan untuk keluarganya eunhyuk)

“Eh iya iya, kak Sungy deh.. Bener kok omma, aku Cuma buat nanah di kakinya kak Sungy muncrat aja kok.. ga lebih” Sambung Donho membela diri.

Sementara Sungy? Hanya meringis kesakitan sambil melihat kakinya yang sudah benyek ga karuan (-___-) tiba-tiba pintu BP diketuk keras oleh sekawanan anggota Super Junior yang tidak jelas apakah karena ingin cepat-cepat melihat Sungy atau malah ketakutan di kejar ELF fanatik di sekolah ini -_-

“HYAAAAAAAAAA!!! HAERIN PPALI BUKAAAAAAAAAA!!!” Teriak Heechul gelagepan.

“Dongho, buka tuh om kamu.” Jawab Haerin santai, tetapi Dongho? “Bu… Buka omma? Malu omma.. ga menarik, ga ada abs nya………” jawab Dongho sedikit berkeringat.

“YA!! Bukan bajunya!! Tapi itu pintu!! Ngeres mulu yaa.. ckck!” Seru Hyo sambil menjitak kepala kembaarannya.

“heish! Jitak jitak mulu sih! Iya nih aku bu………” BRAK!!! Pintu langsung di dobrak tepat setelah Dongho membuka kuncinya. Leeteuk Heechul Yesung Eunhyuk langsung masuk ngacir kedalam sedangkan Dongho mimisan terpukul daun pintu. Poor Dongho… hidupnya ga pernah bahagia *author di gebuk*

Suasana di dalam dan diluar ruang BP sudah kacau. Diluar BP suasana bagaikan lautan Sapphireblue yang ga tau darimana datangnya segala pernak pernik biru itu datang. Di dalam ruangan BP serasa nuansa merah. Penuh darah dimana-mana(?)

“Sungy-ah! Kamu kenapa? Duo Hodong ngapain kamu?” Tanya Leeteuk ga sabaran. “ehem, hyung… Hyodong, bukan Kang Hodong” Kata Eunhyuk membenarkan pelafalan Leeteuk. “Ah ye, ye, Hyodong. Mereka ngapain kamu?” Tanya Leeteuk bertubi-tubi. Belum sempat Sungy menjawab, Heechul langsung melemparkan pertanyaan lagi. “OMO OMO OMO!!! Kaki kamu berdarah!! Kok bisa gini? Dimana-mana tuh dikeroyok yang hancur tuh muka, ini kenapa kaki mu Sungy? Kenapaaaaaaaaaaaaa??” Tanya Heechul. Saat Sungy akan menjawab pertanyaan mereka, Yesung ikut berbicara “SUNGY PPALI KASI TAU KITA!!! Cepaaaaaaaaaaattt!!” Paksa Yesung.

“SEMUANYA DIAAAAAAAAAAAAMMMM!!!!!!” Teriak Sungy dengan nada 7 oktaf, suaranya melebihi kecepatan cahaya, bahkan orang dalam radius 300m dapat mendengar teriakkannya dengan jelas (lebay -_-)

“Apaan sih nanya mulu! Aku gapapa, HyoDong gasalah! Mereka Cuma mencet lukaku doang. Ini bukan di kroyok! Tadi aku jatuh waktu ngejar kelas pertama. Itu doang!” Jelas Sungy kesal. “Aku mau pergi dulu. Leeteuk oppa, Heechul oppa, Yesung oppa, disini dulu. Jangan kemana-mana. Bawa aku pulang setelah kelas seni. Ok?” Tanpa menunggu jawaban mereka, Sungy langsung pergi dari ruang BP. Dia mengambil tas dan pergi ke ruang seni. Namun dia malas bertemu Henry di kelas seni itu. Jadi dia sengaja pergi ke taman untuk menyendiri.

*****

Sungy duduk memandangi taman. Di dalam hatinya masih kesal dengan sifat Henry tadi pagi.

“Heish! Ada gitu ya cowok kaya si bakpao! Kirain udah berubah banget gitu minta maaf, eh ternyata sama aja. Dasar bakpao!” gerutu Sungy. “Mendingan juga Yesung oppa, perhatian banget walau rada aneh..” sambungnya.

“tapi aku bisa hibur kamu kok.” Suara lembut sedikit eksen barat berbicara di belakang Sungy. Dia membalik badan dan.. “Henry? Ngapain kesini? Sana ke kelas musik! Sana deh buat satu kelas kagum sama permainan biola kamu! SANA!!” protes Sungy kesal dan hendak pergi dari taman. Tetapi Henry menarik tangannya. “Aku ga suka persaingan kaya gini. Dari tadi pagi kamu ga semangat. Aku ga suka persaingan kalau udah jelas bakalan aku yang menang kaya gini.” Jelas Henry panjang lebar.

“hohoooo! Masih bisa bicara persaingan ya? Ga sadar udah buat aku luka gini? Cih! Bakpao bule dasar!”gerutu Sungy dalam hati

“Kenapa? Terpesona sama aku? Kok diam gitu?” Tanya Henry menggoda.

“EEHH??!! Siapa juga yang terpesona hah? Siapa juga yang buat aku ga fokus tadi pagi? Ga sadar juga? Hah?”

“Aku? Kamu suka sama aku sejak tabrakan tadi pagi? Terus mikirin aku jadi ga fokus?” Tanya Henry polos

“BAKPAO!!!! LIAT NIH LIAT!! Luka ini, kamu yang buat! Dan dengan enaknya melenggang ke kelas, ninggalin aku yang pincang di koridor, buat aku badmood, buat aku sama adik kembarku masuk BP, buat latihan Super Junior terhenti karena pada lari nyamperin aku, buat aku malas masuk kelas musik, puaaaaaassss???!!!” Jelas Sungy panjang lebar. Namun Henry hanya diam menatap Sungy dan sukses buat Sungy salah tingkah. “Apaan sih liat kaya gitu? Ga nangkep apa yang aku bilang? Perlu kuulangi?” Tapi tiba-tiba Henry mendekatkan wajahnya ke wajah Sungy. Sontak Sungy kaget dan mendorong Henry. “BAKPAO MESUUUMM!!!”

Tetapi Henry malah pingsan. Sungy shock melihat kekuatannya yang ternyata bisa membuat Henry pingsan. Dia mencoba menyadarkan Henry, tetapi ternyata badannya panas. Sungy bingung harus berbuat apa, nama yang muncul di otaknya adalah Yesung. Dia langsung meminta bantuan Yesung untuk membawa Henry ke ruang kesehatan.

“Duh bakpao bangun dong.. masa gitu doang langsung pingsan plus demam sih? Lemah banget deh.. bangun dong..” gerutu Sungy cemas didalam hati.

“Sungy……….. dia siapa? Si bakpao ya?” tanya Yesung lemas.

“I.. iya oppa.. tadi aku dorong dia, tapi gatau kenapa dia jadi pingsan gini. Oppa pulang ajadeh, Sungy jagain dia dulu. Kabarin ke Leeteuk oppa dan Heechul oppa ya..” Jawab Sungy

“Ah? Gausah, oppa disini aja nemenin kamu. Ntar aku antar pulang deh. Aku kabarin yang lain buat balik dulu deh ya? Sekalian nyari cemilan. Kamu belum makan dari pagi karena telat kan? Kalau ada apa-apa telfon aja. Ara?”

“ara oppa, gamsahamnida..” Ucap Sungy sambil tersenyum manis.

Yesung pun keluar dari ruang kesehatan menuju ruang BP untuk menemui Leeteuk, Heechul dan Eunhyuk. Yesung merasa sangat cemburu karena Sungy sangat khawatir dengan Henry. Tetapi dia juga cukup senang karena orang pertama yang diingat Sungy adalah dirinya (diingat? Dimanfaatin kali Sung… /plak)

*****

Kebetulan guru kesehatan sekolah mereka lagi tidak ditempat, jadi Sungy tidak tega meninggalkan Henry sendiri di ruang kesehatan. Dia terus menunggu Henry sadar sambil sesekali memegang dahinya untuk memastikan badannya tidak panas lagi. Tetapi terakhir kali Sungy memegang kepalanya, Henry sadar dan memegang tangan Sungy. “Eh? Aduh maaf Henry, aku cuma mau mastiin demam kamu reda kok aduh maaf..” Jelas Sungy ketakutan karena Henry menggenggam tangannya erat. Namun Henry malah meletakkan tangan Sungy di dadanya. “Henry! Henry sakiiittt! Jangan diremes dong aduh!” Keluh Sungy kesakitan.

“Jangan pergi.. Disini aja, tetap kaya gini, ga ada persaingan..” Jawab Henry dengan mata yang masih tertutup atau terbuka tetapi tertutup atau tertutup tapi….. AH RIBET!! Pokoknya keliatan merem! (author mulai gila)

“Apaan sih bakpao? Diliat anak sekolahan bisa bisa digosipin nih aduh!”

“Aku ga butuh gosip. Aku butuh realita. Aku mau kamu jadi pacarku..” Jawab Henry, kali ini sedikit membuka matanya.

“HAH?! Aduh ga usah ngaco deh ha ha ha”

“Aku serius… will you be my girl?” tanya Henry sekali lagi

“Tapi….” “aku ga perlu tapi, aku butuh jawaban” jawab Henry. “Oke.. aku akuin sebenarnya aku juga suka Henry tapi.. tapi persaingan diantara kita menepis semua perasaan itu”

“Oke sekarang kamu pacar aku! Tapi aku gamau persaingan kita berhenti sampai disini. Walaupun kamu pacarku, aku tetap akan mengalahkan mu. Tapi dengan cara yang lembut seperti ini……” Henry langsung mengecup bibir Sungy lembut

*****

“Sungy suka ga ya? Dia pemakan segalanya kan? Ah gila! Yesung kamu genius! Dia pasti suka hotdog ini! GENIUS!! Ddangkoma! Kalian beruntung punya papa kaya aku hohohoho” kata Yesung dalam hati sambil senyum senyum. Namun langkahnya terhenti di depan pintu ruang kesehatan saat melihat tangan Sungy berada di dada Henry.

Ya, Dia melihat semua itu. Dari mulai Henry meletakkan tangan Sungy didadanya, Sungy menerimanya, sampai mereka berciuman. Yesung shock! (Dongwoon tiba tiba mucul sambil nyanyi Shock). Dia duduk di depan ruang kesehatan. Berusaha menenangkan perasaannya. Setelah dia cukup tenang, Yesung masuk ke ruang kesehatan sambil menunjukkan senyum manisnya.

“Sungy! Maaf lama, ini ada hotdong. Kamu cuci tangan dulu gih.. Henry aku yang jagain dulu.” Kata Yesung lembut. Sungy menurutinya dan langsung keluar dari ruang kesehatan.

“Hebat kamu! Aku yang udah bertahun-tahun sama Sungy aja ga pernah nyium dia.” Kata Yesung sambil nyengir.

“Maaf hyung.. tapi dia udah jadi pacarku loh.” Kata Henry santai

“ne ne.. aku tau.. apa gunanya kepala besar tapi ga bisa nguping hah? Itulah kenapa orang bilang dibalik kekurangan pasti ada kelebihan HAHAHAHAHA” jawab Yesung sambil tertawa layaknya genduruwo. Henry hanya bisa nyengir melihatnya

“Oppa.. gomawo hotdog nya.. tau aja aku suka hotdog hehe” Seru Sungy saat masuk ke ruang kesehatan dan memakan hotdog nya.

“Ne.. Selamat ya Sungy-ah” Jawab Yesung. “Seghamat? phuat apha? Karena makhan hothdhog?” Tanya Sungy dengan mulut penuh hotdog. “Ani, kamu jadian sama ini bakpao!” Jawab Yesung sambil melirik kearah Henry.

Perkataan Yesung hampir membuat hotdog dimulut Sungy berhamburan keluar. Sungy membesar-kecilkan matanya memberi isyarat ke Henry kenapa dia ngasi tau ke Yesung.

“Ani.. aku tau sendiri Sungy… eh tapi….. kamu, kamu bisa jadiin aku yang kedua kok! Kaya Haerin tuh suami sampe 7 hehehe” sahut Yesung sambil nyengir kuda “WOW WOW!!! Hyung, dia punyaku hyung!!” sangkal Henry. “Kesempatan ga tertutup bakpao!! Aku masih terus ngejar Sungy bweeeeekk!!!” sahut Yesung.

Sungy menyiapkan tasnya dan mulai beranjak, “Oppaaaaaa ayo pulang ah~ mau nge-gossip sama Haerin onnie nih.. yuk ah…” ajak Sungy.

“OPPA YANG MANA?!!” Serentak Yesung dan Henry berteriak.

“Yang mana aja deh.. yuk aaaaaaaaaaahhh” ajak Sungy sambil mehrong lalu melenggang meninggalkan mereka yang mulai sibuk berlari mengejar Sungy.

****

~The End~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fact About SHINee part 1

[FANACC] Jonghyun Birthday Party

Tribute to Jonghyun